Friday, September 26, 2008

Polusi Udara dan Gangguan Jantung

Polusi Udara Ganggu Jantung


Partikel super kecil yang ada pada polusi udara membahayakan pengidap jantung koroner. Mekanismenya, kemampuan jantung untuk mengantarkan sinyal elektrik terganggu. Demikian hasil studi tim peneliti dari Harvard University.
Polusi udara dari kendaraan bermotor dan industri telah terbukti memicu serangan jantung. Namun cara terjadinya belum diketahui secara pasti. "Peningkatan partikel lembut dari jalan raya serta karbon diperkirakan memberi dampak depresi level-ST segmen," jelas ketua tim peneliti Dr. Diane R. Gold, seorang pakar kesehatan lingkungan.
Dalam studi ini Gold dan rekan mengumpulkan data dari 48 pasien penyakit jantung koroner dari kawasan Boston. Pasien dimonitor selama 24 jam menggunakan mesin Electro Cardio Grafi portable. Alat ini memantau perubahan listrik jantung.
Gangguan irama jantung itu menunjukkan aliran darah ke jantung tak adekuat. Depresi level ST-segmen mungkin juga berarti radang otot jantung. Gold juga mencatat kadar polusi udara di Boston selama 24 jam.
Efeknya tampak paling besar pada kisaran bulan pertama setelah pasien rawat inap. Pada pengidap serangan jantung dan Diabetes, efeknya sudah terlihat sejak masih dalam perawatan di rumah sakit.
"Saya setuju. Pasien yang abru saja mengalami serangan jantung tak hanya perlu menghindari kepadatan lalu lintaskarena berisiko stres, Polusi udara pun perlu dihindari," tegas dr. Byron Lee, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dari University of California, San Fransisco, Amerika serikat.
(Jawa Post, 24 September 2008)
Semoga Bermanfaat


EmoticonEmoticon