Saturday, September 13, 2008

SUSU FORMULA UNTUK SI BUAH HATI

Mengurangi kekhawatiran tentang Enterobacter sakazakii


Buah hati adalah segalanya, titipan Tuhan yang harus dijaga, dipelihara, dan disayangi. Tidak bisa dipungkiri bila kekhawatiran selalu mengahantui orang tua sejak merebaknya masalah bakteri Enterobacter Sakazakii dalam beberapa sampel susu formula beberapa waktu lalu oleh para peneliti di tanah air. Walaupun cukup mengejutkan namun hendaknya kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi hal ini. salah satunya dengan mencari informasi seperti yang sedang anda lakukan saat ini. saya pun berusaha mencari informasi dan walaupun sedikit tetap akan saya bagikan pada anda semua pengunjung www.indonesiabisasehat.blogspot.com tercinta..
Kita bisa menyajikan Susu Bubuk Formula Bayi secara umum seperti di bawah ini :
  1. Perhatikan waktu daluarsa (expire time/ expire date) dari susu yang akan diberikan pada bayi. Jangan berikan susu yang sudah melampaui batas waktu daluarsa. Bila ada kemasan luar dan dalam (kemasan kotak) bandingkan waktu daluarsa antara kedua kemasan tersebut dan seharusnya sama.
  2. Bila memilih susu dengan kemasan kaleng perhatikan agar kaleng Tidak Penyok, karena kemasan kaleng yang penyok memungkinkan zat-zat yang terkandung dalam kemasan kaleng akan mengkontaminasi susu, terlebih bila sampai bocor bisa mengakibatkan bakteri masuk dan mencemari susu.
  3. Jangan lupa ! Cuci tangan dengan benar (lihat artikel : Cuci Tangan Jauhkan Kita dari Penyakit) sebelum menyiapkan susu untuk bayi anda.
  4. Selalu perhatikan perubahan dari Warna, Bau, dan Rasa dari susu.
  5. Segera tutup dengan rapat kemasan setiap selesai mengambil susu.
  6. Seluruh peralatan yang dipakai untuk menyajikan susu (botol, dot, gelas minum,dll) harus disterilkan dengan cara direbus dalam air mendidih selama 10 menit.
  7. Air yang digunakan untuk membuat susu adalah air panas dengan suhu minimal 70C (telah dididihkan sebelumnya) karena Enterobacter Sakazakii akan mati pada suhu tersebut.
pengalaman saya : rebus air hingga mendidih terlebih dahulu lalu diamkan selama 2-3 menit
  1. Jumlah air yang digunakan dalam membuat susu harus sesuai dengan tabel petunjuk dalam kemasan susu, jika terlalu kental akan menyebabkan bayi kekurangan cairan, sedangkan jika terlalu encer menyebabkan bayi kekurangan nutrisi.
  2. Sajikan susu dengan jumlah yang cukup untuk setiap kali minum untuk mengurangi risiko tercemarnya susu dengan udara sekitarnya. Juga tidak ekonomis bila selalu lebih dan terbuang.
  3. Sebelum memberikan susu pada bayi anda, periksa kembali suhunya dengan cara sederhana yaitu dengan meneteskan susu di punggung tangan anda, bila dirasa cukup segera berikan.
  4. Susu harus segera diminum setelah penyajian, waktu yang direkomendasikan adalah 4 jam setelah penyajian. Hal ini penting untuk meminimalkan waktu kontak susu dengan udara (hang time). Semakin lama hang time, semakin meningkat pertumbuhan mikroba dalam susu formula tersebut.
  5. untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan-bahan yang ada dalam lemari pendingin(buah,sayur,dll), dianjurkan untuk TIDAK menyimpan sisa susu yang telah diminum di dalam lemari pendingin
Rekomendasi terbaik adalah berikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif pada bayi anda sampai usia 6 bulan
(diadaptasi dari �CARA PENYAJIAN SUSU BUBUK FORMULA BAYI� oleh Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar POM Prov. Bali)


EmoticonEmoticon